Malam pekat
Rembulan tak tampak
Bintang pun rasanya tak terjangkau
Hening, sunyi, dingin
Apa ini?
Perasaan menggelitik, menyesakkan
Sudah begitu penuhkah?
Kerikil-kerikil dunia merasuk ke hati
Keluar! Aku tak menginginkanmu!
Tidak, mungkin itu dusta
Sebagian diri ini 'hidup' di dunia
Sisanya ingin cepat pulang, ke kampung halaman yang sebenarnya
Aku ingin kembali
Kepelukan orangtua, menemani
Bayang-bayang itu, selalu menghantui
Kehilangan, aku tak ingin lagi
"Siapa kamu, yang berani mengusik rasa kehilangan itu datang dan datang lagi? Rindu."
Puisi.
"Yang tau makna persis dari pembuat puisi itu siapa? Penulisnya." ~ Pak Yoko
Di situlah nikmatnya menulis puisi. Banyak yang tidak mengerti 100%, tapi kita bisa mengekspresikan perasaan kita.
Mungkin sebagian pesan yang bisa ditangkap dari puisi di atas adalah rindu..
Nah, tapi tanpa sengaja ketemu ini :
Buat yg lagi galau lagi risau dan gelisah. Silahkan diamalkan doa ini
(*) DOA PERTAMA:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’
Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).
(*) DOA KEDUA:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250).
(*) DOA KETIGA:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).
» Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
(*) DOA KEEMPAT:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim).
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 September 2015
Kamis, 20 Desember 2012
Nothing dirty. Nothing Naughty. Just sleeping. It’s just sleeping with that someone and knowing that they’re in your arms and you’re in theirs. They want to feel close to you. They want to know they are the closest to your heart. They want to hear you breathe when you fall asleep as they sleep next to you. As you fall asleep, you want to cuddle with that someone and just the hold them close. It’s that moment where you don’t want to let go and that moment where you don’t want them to forget that this is a special moment.
Selasa, 11 Desember 2012
Alunan Sepi
Tak jarang aku berpikir
Dunia tanpaku 'kan baik saja
Masih akan ada pelangi terukir
Mentari 'kan tetap menyinari buana
Rinduku merekah di keringnya jiwa
Sakitnya memiuh ulu hati
Canda? Tawa? Mungkin sirna
Atau terkubur namun tak mati
Aku merindukanmu, merindukannya
Menanti segalanya tentang kita
Tapi semakin waktu menggerogoti
Aku merasa semakin tak berarti
Jika nanti aku pergi
Adakah sosok yang mencari?
Adakah hati yang menanti?
Cinta yang mengalunkan sebuah melodi
Ukiran memori masa kecil
Akan gapaian tangan
Akan usapan air mata
Akan tepukan semangat
Akan cahaya sang bintang
Akan kesabaran
Akan indahnya pelangi
Tentang aku, dan kamu
Aku merindukannya...
Ketika aku tak pernah sendiri
20 :19 - 08/12/2012
Dunia tanpaku 'kan baik saja
Masih akan ada pelangi terukir
Mentari 'kan tetap menyinari buana
Rinduku merekah di keringnya jiwa
Sakitnya memiuh ulu hati
Canda? Tawa? Mungkin sirna
Atau terkubur namun tak mati
Aku merindukanmu, merindukannya
Menanti segalanya tentang kita
Tapi semakin waktu menggerogoti
Aku merasa semakin tak berarti
Jika nanti aku pergi
Adakah sosok yang mencari?
Adakah hati yang menanti?
Cinta yang mengalunkan sebuah melodi
Ukiran memori masa kecil
Akan gapaian tangan
Akan usapan air mata
Akan tepukan semangat
Akan cahaya sang bintang
Akan kesabaran
Akan indahnya pelangi
Tentang aku, dan kamu
Aku merindukannya...
Ketika aku tak pernah sendiri
20 :19 - 08/12/2012
Langganan:
Postingan (Atom)
